DEIYAI - Tawa riang anak-anak Kampung Okumetadi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pecah saat prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 2 Marinir hadir di tengah mereka, Rabu (9/9/2026).
Di sela pelaksanaan tugas, para prajurit menyempatkan waktu untuk berinteraksi, bercanda, bermain, dan berbagi makanan ringan bersama anak-anak. Suasana sederhana tersebut menciptakan keakraban yang hangat antara prajurit dan masyarakat setempat.
Kehadiran prajurit Marinir disambut antusias oleh anak-anak. Senyum dan tawa mereka menjadi warna tersendiri dalam kegiatan yang berlangsung di Kampung Okumetadi tersebut.
Interaksi antara prajurit dan anak-anak berlangsung tanpa sekat. Canda dan permainan sederhana membuat suasana semakin akrab.
Momen tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Satgas Yonif 2 Marinir dalam membangun komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah penugasan.
Bagi prajurit, kedekatan dengan masyarakat tidak hanya dibangun melalui komunikasi formal. Kehadiran langsung di tengah warga juga menjadi cara untuk menciptakan rasa saling percaya dan memperkuat hubungan kekeluargaan.

Komandan Satgas Yonif 2 Marinir, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., menyampaikan bahwa keceriaan anak-anak Okumetadi memberikan warna tersendiri bagi prajurit di tengah rutinitas penugasan.
Menurutnya, sapaan, canda, permainan, hingga berbagi makanan ringan menjadi momen sederhana yang memiliki arti penting dalam mempererat hubungan emosional antara prajurit dan generasi muda di wilayah tersebut.
“Keceriaan anak-anak Okumetadi memberikan warna tersendiri di tengah rutinitas penugasan. Sapaan sederhana, canda, dan berbagi makanan kecil menjadi momen berharga yang mempererat ikatan emosional antara prajurit dan generasi muda setempat, ” ujar Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono.
Kegiatan bersama anak-anak Kampung Okumetadi menjadi bagian dari upaya Satgas membangun komunikasi dan hubungan harmonis dengan masyarakat.
Kehadiran prajurit di tengah warga menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas di wilayah penugasan juga memiliki dimensi sosial. Hubungan yang dekat dengan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Senyum serta tawa anak-anak Okumetadi menjadi gambaran sederhana dari kebersamaan yang terbangun. Dari sebuah pertemuan yang berlangsung santai, lahir komunikasi dan kedekatan yang dapat memperkuat hubungan antara prajurit dengan masyarakat.
Bagi para prajurit Marinir, momen tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian di Papua bukan semata tentang menjalankan tugas keamanan. Lebih dari itu, pengabdian juga menyentuh sisi kemanusiaan, kebersamaan, dan upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap masyarakat serta Tanah Air.
(Dispen Kormar, TNI-AL)

Updates.