DEIYAI - Semangat nasionalisme berkobar hingga ke pelosok Papua Tengah. Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 2 Marinir bersama personel Kodim 1703/Deiyai menggelar upacara bendera penuh khidmat di Markas Kodim 1703/Deiyai, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Senin (1/6/2026).
Upacara yang berlangsung di tengah wilayah penugasan tersebut menjadi simbol kokohnya komitmen prajurit TNI dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini diikuti oleh personel Satgas Gobang VIII Yonif 2 Marinir, Satgas Kewilayahan Yonif 711/Raksatama, serta jajaran Kodim 1703/Deiyai. Meski berada di daerah operasi, seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh disiplin dan semangat kebangsaan.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 2 Marinir, Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Yudian Wahyudi, M.A., yang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga keberagaman Indonesia.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Indonesia lahir sebagai bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, ras, golongan, dan budaya yang dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila.
Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono menegaskan bahwa pelaksanaan upacara di wilayah operasi memiliki makna yang sangat penting bagi setiap prajurit yang bertugas di daerah perbatasan dan pedalaman Papua.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan, serta memberikan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa, dan negara. Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap langkah pengabdian kami di lapangan, " tegas Letkol Marinir Helilintar.
Menurutnya, semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di wilayah Papua.

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila juga menjadi refleksi bagi seluruh prajurit untuk terus mengedepankan profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.
Di tengah dinamika penugasan di Papua Tengah, semangat kebangsaan yang ditunjukkan para prajurit menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi kekuatan pemersatu bangsa hingga ke wilayah terdepan Indonesia.
Melalui peringatan ini, TNI berharap semangat persatuan, gotong royong, saling menghormati, dan cinta tanah air terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Autentikasi: Pen Satgas Yonif 2 Marinir

Updates.